|
|
||||
|
|
||||
|
[GALERI]
Ezokanzo
|
INTERMEZO Pandangan Hidup Pemimpin Besar
Dalam sebuah novel epik berjudul Taiko karangan Eiji Yoshikawa, diceritakan bahwa hampir seluruh kawasan Jepang berubah menjadi medan pertempuran yang dahsyat pada pertengahan abad ke-16. Saat itu, ada tiga sosok besar pemimpin muncul, yaitu Nobunaga, Hideyoshi dan Ieyasu. Yang unik adalah pandangan hidup ketiga sosok tersebut sangatlah berlainan dan sejalan dengan karakter yang dimilikinya. Konon ini diabadikan dalam sebuah sajak, yaitu:
Bagaimana jika seekor burung tak mau berkicau? Nobunaga menjawab, “Bunuh saja!” Hideyoshi menjawab, “Buat burung itu ingin berkicau”. Ieyasu menjawab, “Tunggu”.
Selanjutnya, karakter mana yang lebih dekat dengan anda?
CERITA KURDINBogem Mentah di Chikatetsu
Sudah jam setengah dua belas malam. Kurdin harus cepat berkemas dan pulang, kalau ia tidak ingin berjalan kaki 3 kilometer di atas salju yang baru saja membeku dan licin. Bukan romantik lagi ceritanya, kalau sampai jatuh terpelanting di kota es ini. Ia masih ingat kejadian temannya kemarin yang sempat retak tulang lengan karena terjun bebas. Katanya sih, cuma kepleset. Saat tubuh melayang, tangan reflek mendekap badan dan hasilnya ada yang retak di dekat sikunya setelah terjerembab di ujung jalan.
Lima belas menit jalan kaki, sampai juga kakinya di pelataran stasiun kereta bawah tanah (chikatetsu). Lampu masih terang benderang, namun toko-toko dan gerbang penghubungnya sudah dikunci rapat. Sunyi. Tapi, setelah sampai di pinggir jalur chikatetsu, suasana berubah laiknya seperti siang hari yang penuh aktivitas. Rata-rata mereka pekerja atau mahasiswa yang telat pulang seperti si Kurdin pada saat ini.
CERITA KURDINPerang Kentut
"Dengan perang kita ciptakan kedamaian", begitu kutipan sebuah propaganda terhadap rencana agresi.
Kawan saya ini bersungut-sungut, "Apa itu! Perang ya perang. Damai ya damai. Wong dari kata-katanya saja sudah antagonis. Dimana-mana perang itu merugikan, banyak korban harta, benda dan tidak ada yang menjamin kalau warga sipil tidak akan terbunuh. Kenyataannya selalu mereka yang jadi sasaran rudal dan bom. Prajurit-prajurit tingkat bawah lah yang menjadi umpan peluru. Sementara, para pembesarnya sibuk berlibur akhir minggu".
REPORTASE
Pertemuan ilmiah tahunan Japan Society for Bioscience, Biotechnology, and Agrochemistry (JSBBA) nampaknya sudah menjadi agenda wajib di laboratorium kami. Kebetulan saat ini Hokkaido University menjadi koodinator sekaligus tuan rumah dari peserta pertemuan ilmiah/seminar ini yang dihadiri 2839 presenter meliputi presentasi oral dan poster.
REPORTASE The 4th Hokkaido Indonesian Students Association of Scientific Meeting
Pada tanggal 20 Maret 2005, rekan-rekan PPI di wilayah Jepang Utara (Hokkaido) menyelenggarakan The 4th Hokkaido Indonesian Students Association of Scientific Meeting (HISAS 4) di Sapporo International Student Center, Toyohira. Saya berkesempatan memaparkan makalah yang berjudul "Synbiotic in Infant Formula".
REPORTASE
Adalah kesempatan yang baik sekali mengikuti pertemuan ilmiah 'di luar kandang'. Kali ini pertemuan ilmiah tahunan Japan Society for Bioscience, Biotechnology, and Agrochemistry (JSBBA) 2004 dilangsungkan di Hiroshima, kota yang baru beberapa hari berhiaskan bunga sakura di penghujung bulan Maret 2004. Acaranya sendiri berlangsung mulai tanggal 29-31 Maret 2004 di kampus Hiroshima University, sekitar 1 jam perjalanan dengan bus dari pusat kota.
SAINTEK Transfer Foto/Movie dengan Fasilitas Infra Red (IR)
Handy phone (HP), dewasa ini sudah menjadi barang yang lumrah dijumpai kalangan umum dari eksekutif sampai anak sekolah dasar. Sejalan dengan kebutuhannya HP dilengkapi dengan fasilitas SMS, e-mail, akses internet termasuk juga fasilitas digital camera atau pun short digital movie.
Bagaikan sebuah album berjalan, HP dilengkapi memori untuk menyimpan file foto dan file movie dalam bentuk internal memory ataupun memory card mini seperti mini SD. Dengan memory card ini file dapat dipindahkan ke media lain seperti dari HP ke HP lainnya, atau dari HP ke komputer/laptop.
SAINTEK
Pengesahan Cartagena Protocol on Biosafety to The Convention on Biological Diversity (Protokol Cartagena mengenai Keamanan Hayati atas Konvensi tentang Keanekaragaman Hayati).
RELIJI Tujuh Indikator Kebahagian Dunia
Berdasarkan riwayat dalam tafsir Ibnu Katsir, suatu saat Rasulullah SAW bertemu dengan salah seorang sahabat yang kondisinya memprihatinkan sekali. Saking miskinnya, Nabi SAW bertanya : “Kenapa kamu mengalami kondisi seperti ini ?” Orang itu menjawab dengan penuh percaya diri : “Ya Rasulullah, saya miskin seperti ini justru karena doa saya”. Kemudian Nabi SAW bertanya kembali : “Kamu suka berdoa apa ?” Saya suka berdoa begini: “Ya Allah berilah aku kemelaratan dunia dan jadikanlah kemelaratan dunia itu menjadi perahu yang mengantarkan saya ke kebahagiaan akhirat. Jadi walaupun saya miskin begini, saya bangga karena doa saya terkabulkan. Ya mudah-mudahan akhirat ada digenggaman saya”.
|
|||
|
Copyright © 2005 Achmad Dinoto
|
||||